Category Archives: News

Codepolitan.com – Sebanyak 18 Games dan Aplikasi Pendidikan Raih Penghargaan dari Intel dan Dicoding

Read original source

Beberapa waktu yang lalu, Dicoding, dengan dukungan dari Intel Indonesia menyelenggarakan tantangan “Create Any Education Apps or Games”. Kompetisi ini diikuti oleh 48 pengembang aplikasi (developer) dari 27 kota se-Indonesia. Sampai waktu kompetisi berakhir, terdapat 50 karya yang didaftarkan untuk mengikuti kompetisi ini. Kelima puluh aplikasi yang didaftarkan akan diikutsertakan kedalam salah satu dari tiga kategori yaitu aplikasi pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP. Setelah dilakukan penilaian, terpilihkan enam aplikasi dan games yang dinobatkan sebagai pemenang masing-masing kategori sehingga total terdapat 18 pemenang. Para pemenang masing-masing mendapatkan 5,000 Dicoding XP Points dari Intel yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik di Dicoding.

Para pemenang kompetisi ini patut diancungi jempol, terutama yang mengikuti tantangan kategori TK. Mereka dapat mengembangkan aplikasi atau games yang ramah pengguna, memiliki warna-warna yang memikat mata serta karakter yang lucu sehingga menarik anak-anak untuk memainkannya. Jika pembaca masih tidak percaya, tengok saja langsung aplikasi pemenang kategori TK di playstore. Ada Belajar Berhitung dari PaperPlay Studio dan Marbel Angka dari Educa Studio yang mengambil topik pembelajaran angka dan operasi matematika sederhana. Ada Pippo Belajar Alfabet dari Arsanesia, Belajar Menulis bersama Bocci karya Rolling Glory, danSay It! ABC yang dikembangkan oleh Sawo Studio, yang memilih topik pengenalan alfabet dan tulisan. Ada pula La.. La.. La.. – Lantunan Lagu Lagu Anak Indonesia dari Gundu Productions yang memilih untuk mengenalkan lagu-lagu anak Indonesia yang kurang diminati saat ini.

Sementara itu untuk kategori SD, topik yang dipilih lebih bervariasi. Ada aplikasi belajar matematika yang dibawakan oleh aplikasi Marbel Berhitungdan Mencongak Perkalian, aplikasi IPA lewat Marbel Bagian Tubuh, ada pula aplikasi Opera Merah Putih dari Clooper Project yang mengajar pengguna lebih mengenal budaya, rumah daerah, kostum serta kebudayaan dan adat masyarakat Indonesia. Dibidang Geografi dan Ilmu Sosial, ada Seagania karya B201 Developer Group yang memberikan cara alternatif mempelajari negara-negara di ASEAN. Bagi siswa yang mencari sarana latihan persiapan UN SD terdapat aplikasi Tryout UN SD dari Omega Mediatama.

Dikategori SMP, aplikasi dan games yang masuk jauh lebih bervariasi dan kompleks dibandingkan dua kategori sebelumnya, seperti GeograpieaIndonesia yang menggunakan peta buta untuk membantu pembelajaran Geografi di kelas dan Asah Segitiga Siku yang berupaya membantu pembelajaran Matematika SMP agar lebih efektif dan menyenangkan. Ada juga Kamus Budaya Indonesia yang memudahkan pengguna untuk mencari tahu tentang budaya Indonesia serta Game-game Merdeka yang mengangkan permainan-permainan tradisional yang biasa dilombakan di HUT Kemerdekaan RI. Awesome Quiz dan Tryout UN SMP turut meramaikan kategori SMP melalui aplikasi latihan kuis untuk pelajaran Biologi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Psikotes.

“Dicoding berkomitmen untuk terus menjembatani kebutuhan pasar dengan keahlian yang dimiliki oleh para pengembang (developer),” tutur CEO Dicoding Narenda Wicaksono. Langkah Dicoding didukung penuh oleh Intel seperti yang diungkapkan oleh Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, “Intel Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung inovasi teknologi lokal dan pengintegrasian teknologi dalam pendidikan, kerjasam dengan Dicoding merupakan salha satu bukti komitmen kami”.

(bas/dicoding)

Dailysocial.id – Dicoding dan Intel Umumkan Pemenang Tantangan Create Any Education Apps or Games

Read original source

Dicoding yang merupakan platform penghubung pengembang aplikasi dan kebutuhan baru saja mengadakan tantangan bertajuk “Create Any Education Apps or Games” untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Tantangan yang terselenggara berkat kerja sama Dicoding dan Intel Indonesia ini berhasil mengumpulkan setidaknya 48 pengembang aplikasi dari 27 kota di Indonesia dengan 50 karya yang dikumpulkan.

Tantangan ini telah menemukan masing-masing enam aplikasi yang menjadi terbaik dan dinobatkan sebagai pemenang. Selanjutnya 18 karya terbaik tersebut berhak mendapatkan 5.000 Dicoding XP Points dari Intel yang dapat ditukarkan dengan berbagai reward menarik di Dicoding.

Potensi pasar pendidikan di Indonesia tampaknya menarik perhatian para pengembang aplikasi lokal untuk berlomba-lomba menciptakan karya terbaik mereka. Sesuai dengan data statistik dari Badan Pusat Statistik, proyeksi pasar anak usia 0-14 tahun di Indonesia di tahun ini mencapai 27% dari total penduduk Indonesia atau setara dengan 69 juta jiwa.

“Potensi pasar edukasi di Indonesia sangat besar dan strategis nilainya. Strategis karena untuk memenangkan pasar ini para developer dituntut tidak hanya mampu membuat konten yang laku dan banyak diminati, tetapi juga harus berupa konten yang mendidik bagi generasi muda Indonesia,” ujar CEO Dicoding Narenda Wicaksono.

Keenam aplikasi dan games yang menjadi yang terbaik di tingkat pra-sekolah dan taman kanak-kanak memiliki keutamaan pada fiturnya yang ramah terhadap pengguna dengan penggunaan warna-warna cerah dan karakter yang menarik untuk anak-anak usia dini. Beberapa pemenang kategori ini antara lain Belajar Berhitung dari PaperPlay Studio dan Marbel Angka dari Educa Studio yang memfokuskan pada pembelajaran angka-angka dan operasi matematika sederhana.

Masih di kategori yang sama ada Pippo Belajar Alfabet dari Arsanesia, Belajar Menulis Bersama Boci karya Rolling Glory, dan Say It! ABC yang dibuat oleh Sawo Studio yang memilih untuk pengenalan alfabet dan tulisan. Sedangkan La.. La.. La.. – Lantunan Lagu Lagu Anak Indonesia dari Gundu Productions mengangkat tema lagu-lagu anak Indonesia yang sekarang mulai ditinggalkan.

Sementara untuk kategori Sekolah Dasar topik-topik yang diangkat lebih beragam mulai dari aplikasi belajar matematika yang oleh Marbel Berhitung dan Mencongak Perkalian, belajar IPA oleh Marbel Bagian Tubuh, aplikasi konten edukasi ilmu geografi dan ilmu sosial dari Seagania karya B201 Developer Group, aplikasi Opera Merah Putih buatan Clooper Project yang mengajak pengguna untuk mengenal budaya, rumah daerah, kostum, serta kebudayaan dan adat masyarakat Indonesia hingga Aplikasi Tryout UN SD dari Omega Mediatama.

Country Manager Intel Indonesia Harry K. Nugraha yang mendukung tantangan ini memahami pentingnya peranan pengembang aplikasi lokal dalam mengawal konten edukasi anak negeri. Untuk itu ia mengungkapkan komitmen Intel untuk terus mendukung upaya yang mampu mengakselerasi pengmbang lokal untuk mengembangkan aplikasi dan games edukasi terbaik yang mendidik, menarik, positif, dan inovatif.

“Intel Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung inovasi teknologi lokal dan pengintegrasian teknologi dalam pendidikan. Kerja sama dengan Dicoding ini merupakan salah satu bukti komitmen kami,” imbuh Harry.

Dicoding dan Intel Indonesia akan mengganjar para pemenang dengan XP (Experience Points) dengan total 90.000. XP sendiri merupakan experience points atau poin Dicoding yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, seperti smartphone, laptop, dan hadiah-hadiah lainnya untuk memajukan kinerja developer menjadi lebih baik lagi.

“Dicoding berkomitmen untuk terus menjembatani kebutuhan pasar dengan keahlian yang dimiliki oleh para pengembang (developer). Salah satu kunci untuk memajukan pendidikan di tanah air adalah dengan menjadi penggagas sekaligus content creator teknologi yang tepat guna, bermanfaat, dan berwawasan budaya lokal Indonesia. Inilah yang berusaha kami bangun bersama Intel,” tutup Narenda.
Disclosure: DailySocial berinvestasi di Dicoding

Teknojurnal.com – Belajar Huruf Al-Qur’an Secara Interaktif dengan Aplikasi Learn Iqra

Read original source

Di bulan Ramadhan ini pembaca dapat memanfaatkan berbagai aplikasi mobileyang memiliki konten islami untuk lebih fokus menjalankan aktivitas ibadah dan menambah ketakwaan. Salah satu aplikasi mobile yang menarik untuk digunakan pada bulan Ramadhan ini adalah Learn Iqra.

Learn Iqra merupakan sebuah aplikasi mobile yang dikembangkan oleh pengembang lokal, Omega Mediatama, sebagai media pembelajaran bagi anak-anak sejak usia dini untuk mengenal huruf hijaiyah dan Al-Qur’an.

Bisa dibilang Learn Iqra ini ditujukan bagi anak-anak atau orang yang sedang mempelajari dasar-dasar dari huruf Al-Qur’an. Untuk mulai menggunakan aplikasi ini penggunanya akan dihadapkan pada empat menu utama yang terdiri dari Learn Iqra, Iqra Book, Bookmark, dan Challenge.

Dalam menu Learn Iqra ini penggunanya akan belajar huruf-huruf hijaiyah atau Al-Qur’an berdasarkan tingkatan level yang terdiri dari 8 level. Tingkatan membaca huruf akan meningkat seiring dengan meningkatnya level dimana pada level pertama ini penggunanya akan dihadapkan pada huruf-huruf dasar hijaiyah dari alif hingga ya serta jenis-jenis tanda baca.

Untuk level kedua, penggunanya akan diajak untuk membaca huruf hijaiyah yang telah menggunakan tanda baca. Selanjutnya level ketiga hingga keempat penggunanya akan belajar lebih mendalam mengenai huruf hijaiyah yang telah menggunakan tanda baca.

Pada level kelima hingga kedelapan, huruf hijaiyah sudah mulai disambung dan membentuk sebuah kalimat. Selain itu, pada level kedelapan ini penggunanya dapat membaca huruf hijaiyah sambung yang telah menjadi ayat-ayat Al-Qur’an.

Selain metode belajar huruf Hijaiyah menggunakan level, aplikasi ini juga memiliki metode belajar huruf Hijaiyah atau Al-Qur’an berdasarkan buku Iqra 1 hingga 6 yang biasa diajarkan pada madrasah maupun sekolah di Indonesia.

Nantinya ketika belajar huruf Hijaiyah ini penggunanya akan dihadapkan pada beberapa menu yang membuat huruf-huruf Hijaiyah mudah dipelajari seperti tombol suara untuk mendengarkan cara pelafalan yang benar dari setiap huruf maupun huruf sambung, tombol selanjutnya yang akan memudahkan penggunanya untuk memindahkan ke huruf selanjutnya, tombol mulai untuk membuat huruf dibacakan secara otomatis oleh aplikasi, dan tombol bookmark yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan huruf favorit atau yang ingin dipelajari berulang pada menu Bookmark.

Dengan adanya suara yang terdengar ketika huruf Hijaiyah dilafalkan ini memungkinkan penggunanya untuk dapat mempelajari teknik-teknik pembacaan yang benar sebagai dasar untuk membaca ayat-ayat di Al-Qur’an.

Penggunanya juga dapat menerima tantangan dari aplikasi dengan membukan menu Challenge. Dalam menu ini pengguna akan dihadapkan pada huruf Hijaiyah tanpa adanya huruf latin sehingga guru maupun orang tua dapat mengujikan setiap huruf yang telah dipelajari anak.

Dari sisi desain, tampilan yang dihadirkan oleh Learn Iqra ini bisa dibilang sederhana dan mudah digunakan meskipun penggunanya baru pertama kali menggunakannya. Bagi pembaca yang tertarik untuk menggunakan aplikasi ini dapat mengunduhnya langsung di Google Play untuk gadget Android, App Store untuk gadget iOS, Windows Phone Store untuk ponsel pintar Windows Phone, atau Blackberry Worlduntuk ponsel pintar Blackberry.