Dicoding.com – Gunakan Smartphone Untuk Mempersiapkan Ujian Nasional SMP

Read original source

Menjelang Ujian Nasional, banyak dari para siswa yang sibuk mempersiapkan diri agar bisa mendapatkan nilai yang optimal. Namun alangkah baiknya jika persiapan tersebut dilakukan dari jauh-jauh hari agar lebih matang. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri adalah dengan menggunakan aplikasi Tryout UN SMP karya Omega Mediatama.

Background Developer & Challenge

Omega Mediatama merupakan startup yang saat ini digawangi oleh Herdian Apriasmoro. Dari awal, Omega Mediatama memang fokus ke ranah pengembangan aplikasi di bidang pendidikan dan public service. Namun sekarang ini sedang fokus untuk bergerak di area mobile.

Omega Mediatama sudah beberapa kali merilis aplikasi mobile. Contohnya adalah Learn Iqra, Learn Doa, dan Learn Shalat. Sampai saat ini, jumlah unduhan terbesar diperoleh aplikasi Learn Iqra yang sudah menembus 1 juta download di berbagai platform seperti iOS, Android, Windows Phone, dan Blackberry.

Aplikasi Tryout UN SMP ini juga sudah memenangkan challenge dari Dicoding yang berjudul Create Any Education Application or Games for Junior High School.

Background App

Belajar identik dengan duduk di depan meja belajar sambil membuka buku dan mengerjakan latihan soal. Hal tersebut tentu memiliki keterbatasan. Aplikasi Tryout UN SMP mencoba memberikan solusi praktis bagi para siswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi UN.

Dengan menggunakan aplikasi Tryout UN SMP, siswa bisa belajar tanpa perlu harus berada di depan mejanya. Mereka bisa belajar dimanapun dan kapanpun juga. Tidak perlu membawa buku yang tebal, Tryout UN SMP menghadirkan kumpulan soal yang bisa dikerjakan dengan mudah.

Review App

Untuk menggunakan Tryout UN SMP, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengunduh soal latihan yang ingin kita kerjakan. Setelah diunduh, soal latihan ini bisa kita selesaikan tanpa perlu jaringan internet. Untuk itu proses mengunduh mungkin bisa dilakukan ketika memiliki koneksi internet yang memadai.

Ada banyak kategori soal yang bisa kita pilih sesuai dengan jenjang pendidikan saat ini. Soal-soal tersebut merupakan kumpulan soal yang dibuat dalam versi digital oleh Omega Mediatama. Jika kita telah selesai mengerjakan soal, maka kita bisa menyimpan nilai kita dan melihatnya kembali kelak.

Selain fitur latihan soal, Tryout UN SMP juga menghadirkan fitur untuk belajar. Dengan fitur ini, siswa bisa melihat soal-soal yang diujikan beserta kunci jawabannya.

Development Tools

Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Xamarin. Xamarin adalah tools yang dapat membantu proses pengembangan aplikasi agar bisa cross platform. Menggunakan tools ini dapat membuat waktu developmentmenjadi lebih cepat dan bisa langsung deploy ke banyak platform sekaligus seperti iOS, Android, Windows Phone, dan Blackberry.

Keunggulan Xamarin adalah semua aplikasi yang dihasilkan sifatnya native. Hal ini membuat dari sisi kecepatan, aplikasi yang dibuat menggunakan Xamarin tidak perlu diragukan lagi performanya. Namun kekurangannya adalah adanya biaya untuk lisensi menggunakan Xamarin.

Aplikasi ini dikembangkan dalam waktu yang cukup singkat, tidak sampai 1 bulan. Mungkin proses yang cukup berat justru fase untuk mengumpulkan contoh-contoh soal agar bisa disajikan ke dalam aplikasi. Sampai saat ini pun proses penambahan kumpulan soal masih dilakukan dan siswa bisa mengunduh tambahan soal baru tersebut langsung dari aplikasi ini.

Monetization

Strategi yang digunakan oleh Omega Mediatama untuk memonetisasi aplikasinya adalah dengan menggunakan iklan. Iklan tersebut diletakan dalam bentuk banner ads dan juga interstitial ads.

Layanan iklan yang dipilih oleh Omega Mediatama adalah Google Admob. Layanan ini dipilih karena melihat perilaku pengguna aplikasi di Indonesia yang kurang begitu senang membuka iklan apalagi sampai melakukan instalasi dari iklan. Untuk iklan dari sisi impresi, Google masih juara di antara layanan iklan lainnya.

Kesimpulan

Bagi para Devs yang mempunyai adik, kakak, anak, atau saudara yang saat ini duduk di kelas tiga SMP, aplikasi Try Out UN SMP bisa dijadikan referensi bermanfaat untuk belajar. Dengan fitur yang memudahkan untuk belajar, persiapan untuk UN bisa menjadi lebih baik.

Unduh Try Out UN SMP: Google Play (Free)

Dicoding.com – Matangkan Persiapan Ujian Nasional Dengan Aplikasi Tryout UN SD

Read original source

Bagi Devs yang punya anak atau adik yang saat ini sedang berada di kelas 6 SD, sebentar lagi mereka akan melakukan ujian nasional untuk kelulusan dari tingkat SD. Omega Mediatama melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk bisa memberikan solusi untuk membantu anak SD mempersiapkan diri. Omega Mediatama mengembangkan aplikasi bernama Tryout UN SD.

Background Developer & Challenge

Omega Mediatama merupakan startup yang saat ini digawangi oleh Herdian Apriasmoro. Dari awal, Omega Mediatama memang fokus ke ranah pengembangan aplikasi di bidang pendidikan dan public service. Namun sekarang ini sedang fokus untuk bergerak di area mobile.

Omega Mediatama sudah beberapa kali merilis aplikasi mobile. Contohnya adalah Learn Iqra, Learn Doa, dan Learn Shalat. Sampai saat ini, jumlah unduhan terbesar diperoleh aplikasi Learn Iqra yang sudah menembus 1 juta download di berbagai platform seperti iOS, Android, Windows Phone, dan Blackberry.

Aplikasi Tryout UN SD ini juga sudah memenangkan challenge dari Dicoding yang berjudul Create Any Education Application or Games for Elementary School.

Background App

Omega Mediatama mengembangkan aplikasi Tryout UN SD dilatarbelakangi oleh alasan yang cukup sederhana. Ide ini tercetus ketika Herdian Apriasmoro sedang jalan-jalan ke toko buku untuk mencari inspirasi aplikasi yang ingin dikembangkan. Di kala itu, Herdian melihat sedang ramai dipajang buku-buku persiapan ujian nasional. Saat itu juga terbesit di dalam pikiran untuk mengembangkan versi aplikasi dari buku tersebut.

Tujuan utama dari Tryout UN SD tentnunya untuk memudahkan siswa melihat dan mencoba ribuat variasi soal ujian. Semakin banyak siswa melihat, membaca, dan mempelajari model-model soal ujian, maka mereka akan bisa semakin percaya diri ketika menghadapi ujian yang sesungguhnya. Dengan membuat versi mobile, maka siswa bisa belajar dimanapun dan kapanpun mereka mau.

Review App

Di dalam aplikasi Tryout UN SD, kita bisa melakukan latihan soal dari bank soal yang disediakan. Sebelumnya kita harus mengunduh bank soal tersebut sebelum bisa mengerjakan soalnya. Bank soal hanya perlu diunduh sekali, setelah itu akan tersimpan secara offline di dalam perangkat kita.

Ada beberapa paket untuk tiap mata pelajaran yang bisa digunakan untuk berlatih. Di akhir juga ada fitur papan nilai untuk mengetahui hasil yang sudah kita kerjakan. Ini bisa memotivasi siswa untuk terus belajar dan meraih hasil terbaik dalam latihan soal dan juga ketika ujian yang sesungguhnya nanti.

Development Tools

Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Xamarin. Xamarin adalah tools yang dapat membantu proses pengembangan aplikasi agar bisa cross platform. Menggunakan tools ini dapat membuat waktu developmentmenjadi lebih cepat dan bisa langsung deploy ke banyak platform sekaligus seperti iOS, Android, Windows Phone, dan Blackberry.

Keunggulan Xamarin adalah semua aplikasi yang dihasilkan sifatnya native. Hal ini membuat dari sisi kecepatan, aplikasi yang dibuat menggunakan Xamarin tidak perlu diragukan lagi performanya. Namun kekurangannya adalah adanya biaya untuk lisensi menggunakan Xamarin.

Aplikasi ini dikembangkan dalam waktu yang cukup singkat, tidak sampai 1 bulan. Mungkin prose yang cukup berat justru fase untuk mengumpulkan contoh-contoh soal agar bisa disajikan ke dalam aplikasi. Sampai saat ini pun proses penambahan kumpulan soal masih dilakukan dan siswa bisa mengunduh tambahan soal baru tersebut langsung dari aplikasi ini.

Monetization

Walaupun penuh dengan fitur yang bermanfaat, Omega Mediatama menghadirkan aplikasi ini secara cuma-cuma. Seluruh fiturnya dapat digunakan dengan gratis. Untuk memonetisasi aplikasinya, digunakan iklan di dalam aplikasi. Dalam waktu dekat akan dihadirkan juga fitur in app purchase untuk menghapus iklan.

Saat ini jumlah pengguna aplikasi ini sudah cukup banyak. Terhitung sudah ada 5.000 pengunduh yang menggunakan Tryout UN SD. Angka ini pasti akan bertambah ketika periode ujian akhir nasional nanti.

Kesimpulan

Aplikasi Tryout UN SD merupakan pendamping belajar yang sangat bermanfaat bagi anak SD, terutama bagi mereka yang sudah kelas 6 dan sedang mempersiapkan untuk ujian nasional. Dengan aplikasi ini, anak bisa mengasah dan menyiapkan diri dengan sangat mudah.

Unduh Tryout UN SD: Google Play

Detik.com – Developer Lokal Lirik Konten Edukasi

Read original source

Developer aplikasi lokal semakin kreatif membuat konten yang lebih variatif. Kreativitas ini juga mendorong tren baru di pangsa pasar aplikasi.

“Games udah gak terlalu–banyak. Sekarang banyaknya yang buat apps model social, dating,mengkoneksikan satu sama lain, mempertemukan orang,” kata CEO developer hub Dicoding Narenda Wicaksono, dihubungi detikINET, Rabu (28/10/2015).

Di Dicoding sendiri, para developer asuhannya banyak yang melirik segmen edukasi. Dikatakan Narenda, potensi pasar edukasi di Indonesia sangat besar dan strategis nilainya.

“Strategis karena untuk memenangkan pasar ini para developer dituntut tidak hanya mampu membuat konten yang laku dan banyak diminati, tetapi juga harus berupa konten yang mendidik bagi generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menilik data Badan Pusat Statistik, proyeksi pasar anak usia 0-14 tahun di Indonesia pada tahun 2015 mencapai lebih dari 69 juta atau sekitar 27% dari total penduduk Indonesia.

Selain jumlahnya yang besar sebagai pasar consumer goods saat ini, populasi tersebut juga merupakan cerminan dari potensi pasar masa depan yang akan dikuasai oleh produsen yang berhasil memenangkanmindshare di benak generasi muda sekarang ini.

“Market kita gede banget di sini. Karena konten edukasi sangat locally relevant,” terang ayah dua anak ini.

Beberapa waktu lalu, Dicoding pun mengumpulkan 48 developer dari 27 kota se-Indonesia dalam tantangan ‘Create Any Education Apps or Games’ bekerjasama dengan Intel Indonesia.

Hingga berakhirnya ajang kompetisi tersebut, terdapat 50 submisi karya yang masuk untuk dilombakan dalam salah satu dari tiga kategori di ajang tersebut, yaitu aplikasi pendidikan untuk tingkat TK, SD, dan SMP.

Setelah diseleksi dari seluruh karya yang terkumpul, enam aplikasi dan games dinobatkan sebagai pemenang dari tiap kategori sehingga secara keseluruhan terdapat 18 karya pemenang.

Keenam aplikasi dan games yang memenangkan tantangan untuk tingkat pra-sekolah dan taman kanak-kanak memiliki keutamaan pada fiturnya yang ramah terhadap pengguna, penggunaan warna-warna cerah dan karakter yang menarik untuk anak-anak usia dini.

Di antara para pemenang tantangan ini ada Belajar Berhitung dari PaperPlay Studio dan Marbel Angka dari Educa Studio yang memfokuskan pada pembelajaran angka-angka dan operasi matematika sederhana.

Sementara Pippo Belajar Alfabet dari Arsanesia, Belajar Menulis Bersama Boci karya Rolling Glory, dan Say It! ABC yang dibuat oleh Sawo Studio, memilih untuk masuk pada pengenalan alfabet dan tulisan.

Adapun La.. La.. La.. – Lantunan Lagu Lagu Anak Indonesia dari Gundu Productions menempatkan perhatian pada lagu-lagu anak Indonesia yang mulai kurang diminati di zaman modern sekarang ini.

Sementara untuk kategori Sekolah Dasar, topik yang diangkat lebih bervariasi, mulai dari aplikasi belajar matematika lewat Marbel Berhitung dan Mencongak Perkalian, bidang IPA lewat Marbel Bagian Tubuh, hingga aplikasi Opera Merah Putih buatan Clooper Project yang mengajak pengguna untuk mengenal budaya, rumah daerah, kostum, serta kebudayaan dan adat masyarakat Indonesia.

Tak kalah juga aplikasi yang mengangkat konten edukasi ilmu geografi dan ilmu sosial yaitu Seagania karya B201 Developer Group yang memberikan cara alternatif sekaligus menyenangkan dalam belajar mengenai negara-negara di ASEAN. Selain itu, ada aplikasi Tryout UN SD dari Omega Mediatama yang menawarkan latihan persiapan Ujian Nasional SD.

“Menyadari pentingnya peranan developer lokal dalam mengawal konten edukasi bagi anak negeri, Intel berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang mampu mengakselerasi para developer untuk membuat aplikasi dan games edukasi terbaik yang mendidik, menarik, positif, dan inovatif,” kata Country Manager Intel Indonesia Harry K. Nugraha.

Intel Indonesia dan Dicoding memberikan total 90.000 XP (experience points) bagi para pemenang tantangan ini. XP merupakan experience points atau poin Dicoding yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik, seperti smartphone, laptop, dan hadiah-hadiah lainnya untuk memajukan kinerja developer menjadi lebih baik lagi.

(rns/fyk)

Codepolitan.com – Sebanyak 18 Games dan Aplikasi Pendidikan Raih Penghargaan dari Intel dan Dicoding

Read original source

Beberapa waktu yang lalu, Dicoding, dengan dukungan dari Intel Indonesia menyelenggarakan tantangan “Create Any Education Apps or Games”. Kompetisi ini diikuti oleh 48 pengembang aplikasi (developer) dari 27 kota se-Indonesia. Sampai waktu kompetisi berakhir, terdapat 50 karya yang didaftarkan untuk mengikuti kompetisi ini. Kelima puluh aplikasi yang didaftarkan akan diikutsertakan kedalam salah satu dari tiga kategori yaitu aplikasi pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP. Setelah dilakukan penilaian, terpilihkan enam aplikasi dan games yang dinobatkan sebagai pemenang masing-masing kategori sehingga total terdapat 18 pemenang. Para pemenang masing-masing mendapatkan 5,000 Dicoding XP Points dari Intel yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards menarik di Dicoding.

Para pemenang kompetisi ini patut diancungi jempol, terutama yang mengikuti tantangan kategori TK. Mereka dapat mengembangkan aplikasi atau games yang ramah pengguna, memiliki warna-warna yang memikat mata serta karakter yang lucu sehingga menarik anak-anak untuk memainkannya. Jika pembaca masih tidak percaya, tengok saja langsung aplikasi pemenang kategori TK di playstore. Ada Belajar Berhitung dari PaperPlay Studio dan Marbel Angka dari Educa Studio yang mengambil topik pembelajaran angka dan operasi matematika sederhana. Ada Pippo Belajar Alfabet dari Arsanesia, Belajar Menulis bersama Bocci karya Rolling Glory, danSay It! ABC yang dikembangkan oleh Sawo Studio, yang memilih topik pengenalan alfabet dan tulisan. Ada pula La.. La.. La.. – Lantunan Lagu Lagu Anak Indonesia dari Gundu Productions yang memilih untuk mengenalkan lagu-lagu anak Indonesia yang kurang diminati saat ini.

Sementara itu untuk kategori SD, topik yang dipilih lebih bervariasi. Ada aplikasi belajar matematika yang dibawakan oleh aplikasi Marbel Berhitungdan Mencongak Perkalian, aplikasi IPA lewat Marbel Bagian Tubuh, ada pula aplikasi Opera Merah Putih dari Clooper Project yang mengajar pengguna lebih mengenal budaya, rumah daerah, kostum serta kebudayaan dan adat masyarakat Indonesia. Dibidang Geografi dan Ilmu Sosial, ada Seagania karya B201 Developer Group yang memberikan cara alternatif mempelajari negara-negara di ASEAN. Bagi siswa yang mencari sarana latihan persiapan UN SD terdapat aplikasi Tryout UN SD dari Omega Mediatama.

Dikategori SMP, aplikasi dan games yang masuk jauh lebih bervariasi dan kompleks dibandingkan dua kategori sebelumnya, seperti GeograpieaIndonesia yang menggunakan peta buta untuk membantu pembelajaran Geografi di kelas dan Asah Segitiga Siku yang berupaya membantu pembelajaran Matematika SMP agar lebih efektif dan menyenangkan. Ada juga Kamus Budaya Indonesia yang memudahkan pengguna untuk mencari tahu tentang budaya Indonesia serta Game-game Merdeka yang mengangkan permainan-permainan tradisional yang biasa dilombakan di HUT Kemerdekaan RI. Awesome Quiz dan Tryout UN SMP turut meramaikan kategori SMP melalui aplikasi latihan kuis untuk pelajaran Biologi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Psikotes.

“Dicoding berkomitmen untuk terus menjembatani kebutuhan pasar dengan keahlian yang dimiliki oleh para pengembang (developer),” tutur CEO Dicoding Narenda Wicaksono. Langkah Dicoding didukung penuh oleh Intel seperti yang diungkapkan oleh Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, “Intel Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung inovasi teknologi lokal dan pengintegrasian teknologi dalam pendidikan, kerjasam dengan Dicoding merupakan salha satu bukti komitmen kami”.

(bas/dicoding)

Creative Content Developer